ocb dan bo

06.46 Edit This 0 Comments »
     Organisasi merupakan kumpulan orang-orang yang memiliki tujuan bersama dan hasrat dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi maupun aktualisasi diri demi mewujudkan harapan yang diinginkan. Di sebuah organisasi yang berukuran kecil dan besar tentunya memiliki karyawan dari bermacam-macam karakteristik dari setiap individu dan budaya, serta perilaku yang berbeda-beda akan menjadi sebuah keberagaman tersendiri bagi suatu organisasi.
Banyaknya keberagaman ini menjadi tugas pihak manajemen dalam menyatukan setiap individu untuk saling bekerja sama dalam mewujudkan tujuan yang telah direncanakan bersama, peroses demi peroses dilakukan pihak manajemen memberikan terobosan kerja untuk memotivasi karyawan mereka dalam memenuhi target dan berperilaku yang  diharapkan yang sering disebut behavior organizational (BO). Di dalam sebuah organisasi memiliki dua perilaku yang dapat meningkatkan kinerja organisasi yaitu behavior organizational (BO) dan Organizational citizenship behavior (OCB), yang keduanya memiliki perbedaan makna dalam perilakunya seperti yang dikatakan (Robbins: 2006) bahwa  behavior organizational (BO) lebih menekankan pada perilaku intra role (formal) antara individu, kelompok dan organisasi yang merupakan kesatuan dalam perilaku, struktur dan peroses, secara langsung berhubungan dengan produktivitas dan sistem reward dan punish yang menyertainya, sedangkan Organizational citizenship behavior (OCB) lebih menekankan pada perilaku extra role dari inisiatif individu dalam organisasi, sifatnya konstruktif dan dihargai oleh organisasi, namun tidak secara langung berhubungan dengan produktivitas individu dan tidak ada sistem reward dan punish yang menyertainya. Sehingga dengan adanya kombinasi perilaku tersebut dapat meningkatkan kerja sama yang kuat dalam diri pegawai akan membentuk suatu budaya organisasi dan iklim kerja yang baik terhadap sesama kelompok kerja.