- Persahabatan sejati layaknya arti kesehatan; Nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya. (*)
- Sahabat sejati , akan tetap bersama kita, ketika kita merasa seisi dunia meninggalkan kita. (*)
- Jika seluruh sahabat kumelompat dari suatu jurang, aku tak akan mengikuti mereka, Aku akan berada di dasar jurang untuk menangkap mereka. (*)
- Ayahku selalu berkata, Bila kamu memiliki banyak sahabat sejati, , maka kau akan memiliki kehidupan yang indah. (*)
- Aku akan membimbingmu dan kau akan membimbingku
- begitu sebaliknya. Persahabatan adalah satu jiwa dalam dua raga. (*)
- Jangan kamu berjalan didepanku, aku tak dapat mengikuti mu.
- Jangan kamu berada di belakangku ,aku tak bisa Memimpinmu. Berjalanlah disampingku, jadilah temanku. (*)
- Teman akan mendengarkan Apa yang kau katakan, Sahabat sejati akan mendengar apa yang tidak kamu katakan. (*)
- Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatimu, dan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya. (*)
Cinta dunia
Pecinta dunia tidak lepas dari tiga hal; kegalauan yang terus menerus, keletihan yang terus menerus, dan kekecewaan yang tiada berakhir.
– Ibnu Qayyim
Kamis, 14 Februari 2013
mutiara tentang persahabatan
Rabu, 10 Oktober 2012
tugas seminar sumber daya manusia
1. Seperlima
Karyawan Salah Pilih Karir(kasus)
Sumber
;
http://www.portalhr.com/berita/seperlima-karyawan-salah-pilih-karir/
Apakah
Anda merasa telah salah memilih karir dan kemudian menyesal? Apakah
Anda merasa pekerjaan yang Anda tekuni sekarang sebenarnya tidak
sesuai dengan latar pendidikan dan cita-cita Anda, sehingga Anda
membayangkan seandainya diberi kesempatan lagi….
Tenang,
Anda tidak sendirian. Di banyak negara, hampir separo kaum pekerja
mengaku, seandainya waktu bisa diputar ulang mereka akan mengambil
studi yang sama sekali berbeda di bangku kuliah. Dan, seperlima
merasa telah menjalani karir yang salah.
Itulah
hasil penelitian atas 115 ribu orang di 33 negara, yang juga
menemukan bahwa seperempat karyawan masih belum yakin apakah
pekerjaan dan karir yang mereka pilih telah benar sesuai
harapan.
Temuan-temuan tersebut penting sebagai bahan pertimbangan bagi para manajer dan pemimpin bisnis yang senantiasa mencari cara paling efektif untuk memotivasi anak buah dan anggota tim. Lebih jauh, survei juga menemukan bahwa lebih dari dua pertiga orang yang disurvei mengaku ingin menempuh pendidikan lebih tinggi jika ada kesempatan. Dan, hampir separo mengeluhkan pendidikan yang mereka dapatkan di sekolah tidak cukup membekali mereka untuk sukses di dunia kerja.
Temuan-temuan tersebut penting sebagai bahan pertimbangan bagi para manajer dan pemimpin bisnis yang senantiasa mencari cara paling efektif untuk memotivasi anak buah dan anggota tim. Lebih jauh, survei juga menemukan bahwa lebih dari dua pertiga orang yang disurvei mengaku ingin menempuh pendidikan lebih tinggi jika ada kesempatan. Dan, hampir separo mengeluhkan pendidikan yang mereka dapatkan di sekolah tidak cukup membekali mereka untuk sukses di dunia kerja.
Sementara, seperempat mengeluhkan pendidikan tinggi yang juga dianggap kurang memberi keterampilan untuk memasuki dunia kerja.
Secara global, survei menemukan hanya kurang dari separo (49%) karyawan yang mengaku puas dengan apa yang telah mereka persiapkan untuk dunia kerja, sedangkan dua pertiga puas dengan pendidikan tinggi mereka.
Managing Director Kelly Service, lembaga yang menyelenggarakan survei tersebur, Chris Moore melihat penyesalan karyawan sebagai suatu gejala yang “sehat”. “Ini sesuatu yang wajar bahwa orang merefleksikan dalam cara yang positif apa yang telah mereka lakukan dan apa yang telah mereka capai berkaitan dengan tujuan-tujuan profesional mereka,” ujar dia.
“Banyak orang diam-diam menyimpan pemikiran lain tentang karir yang telah mereka jalani,” tambah dia. Namun, Moore mengingatkan, orang-orang yang tidak puas atau merasa salah dengan pekerjaannya, kemungkinan akan tidak produktif dan gagal memenuhi harapan akan kehidupan profesional mereka.
- masalah
1. salah dalam pemilihan dan pengembangan karir yang sehingga memunculkan ketidak puasan dalam pekerjaan nya2. karyawan masih belum yakin apakah pekerjaan dan karir yang mereka pilih telah benar sesuai harapan.
3.Pembahasan
secara teori dan aplikatif (pendapat kita)
Karir merupakan kebutuhan yang harus terus ditumbuhkan dalam diri seseorang tenaga kerja, sehingga mampu mendorong kemauan kerjanya. Pengembangan karir harus dilakukan melalui penumbuhan kebutuhan karir tenaga kerja, menciptakan kondisi dan kesempatan pengembangan karir serta melakukan penyesuaian antara keduanya melalui berbagai mutasi personal (Bambang Wahyudi, 161).
Karir merupakan kebutuhan yang harus terus ditumbuhkan dalam diri seseorang tenaga kerja, sehingga mampu mendorong kemauan kerjanya. Pengembangan karir harus dilakukan melalui penumbuhan kebutuhan karir tenaga kerja, menciptakan kondisi dan kesempatan pengembangan karir serta melakukan penyesuaian antara keduanya melalui berbagai mutasi personal (Bambang Wahyudi, 161).
Secara
umum dapat dikatakan bahwa suatu karir akan berisi kenaikan tingkat
dari tanggungjawab, kekuasaan dan pendapatan seseorang (Bambang
Wahyudi, 162). Pandangan yang lebih luas daripada karir adalah
sebagai suatu rangkaian atas sikap dan prilaku yang berkaitan dengan
aktifitas pekerjaan dan pengalaman sepanjang kehidupan seseorang
(individually perceived sequence of attitudes and behaviors
associated with work-related activities and experiences over the
span of a person’s life, Bernardin, 194).
Senada
dengan itu Malthis menyatakan bahwa karir adalah rangkaian posisi
yang berkaitan dengan kerja yang ditempati seseorang sepanjang
hidupnya (hal.342). Konsep baru tentang karir adalah protean career
yaitu karir yang senantiasa berubah seiring berubahnya minat,
kemampuan, nilai dan lingkungna kerja seseorang (Noe, 378).
Menurut
Gibson dkk. (1995: 305) karir adalah rangkaian sikap dan perilaku
yang berkaitan dengan pengalaman dan aktivitas kerja selama rentang
waktu kehidupan seseorang dan rangkaian aktivitas kerja yang terus
berkelanjutan. Dengan demikian karir seorang individu melibatkan
rangkaian pilihan dari berbagai macam kesempatan. Jika ditinjau dari
sudut pandang organisasi, karir melibatkan proses dimana organisasi
memperbaharui dirinya sendiri untuk menuju efektivitas karir yang
merupakan batas dimana rangkaiandari sikap karir dan perilaku dapat
memuaskan seorang individu.
Menurut
Greenhaus (1987: 5) yang dikutip oleh Irianto (2001: 93) terdapat
dua pendekatan untuk memahami makna karir, yaitu : pendekatan
pertama memandang karir sebagai pemilikan (a property) dan/atau dari
occupation atau organisasi. Pendekatan ini memandang bahwa karir
sebagai jalur mobilitas di dalam organisasi yang tunggal seperti
jalur karir di dalam fungsi marketing, yaitu menjadi sales
representative, manajer produk, manajer marketing distrik, manajer
marketing regional, dan wakil presiden divisional marketing dengan
berbagai macam tugas dan fungsi pada setiap jabatan.
Berdasarkan
kedua pendekatan tersebut definisi karir adalah sebagai pola
pengalaman berdasarkan pekerjaan (work-related experiences) yang
merentang sepanjang perjalanan pekerjaan yang dialami oleh setiap
individu/pegawai dan secara luas dapat dirinci ke dalam obyective
events. Salah satu contoh untuk menjelaskannya melalui serangkaian
posisi jabatan/pekerjaan, tugas atau kegiatan pekerjaan, dan
keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan (work-related decisions).
Tidak hanya itu saja, juga mengenai interpretasi subyektif tentang
peristiwa yang berkaitan dengan pekerjaan (workrelated events) baik
pada masa lalu, kini dan mendatang seperti aspirasi pekerjaan,
harapan, nilai, kebutuhan dan perasaan tentang pengalaman pekerjaan
tertentu.
dari
semua teori tentang karir rangkaian sikap dan perilaku yang
berkaitan dengan pengalaman dan aktivitas kerja selama rentang waktu
kehidupan seseorang dan rangkaian aktivitas kerja yang terus
berkelanjutan. Kita di minta memahami dulu dalam diri kita tentang
kemampuan dan kelemahan kita baik hoby dan kesenangan dalam
pekerjaan yang di minati, lalu kemudian setelah mengtahui kita
mengadakan pendidikan atau pelatihan dalam meningkatkan kemampuan
dan mengurangi kelemahan, sehingga telah siap bersaing dalam dunia
kerja posisi dan jabatan yang di inginkan, sehingga kita
termotivitasi untuk mecapai target yang kita harapkan dalam dunia
kerja, kemudian mucul puas akan karir yang di dapat nya di sebuah
perusahaan.
Cara memilih
karir dan pengembangan karir yang tepat pada karyawan:
- Evaluasi kekuatan dan kelemahan diri. Dalam menentukan karir, awali dengan mengkaji kekuatan dan kelemahan diri kamu sendiri. Coba tanyakan pada diri kamu. “Apa kelebihan dan kekurangan yang saya miliki?
- Pilih karier yang sesuai dengan gaya hidup yang kamu idamkan. Sampai saat ini uang masih menjadi pertimbangan dominan dalam memilih karir. Untuk itu tentukan di tingkat mana kamu ingin hidup, berapa penghasilan yang kamu inginkan.
- Kaji trend karir dari berbagai media informasi. Ikuti trend dan perkembangan usaha dari berbagai media informasi seperti majalah, surat kabar dan internet. Ikuti informasi peluang kerja, trend usaha dan ekonomi dari media tersebut. Bisa juga kamu baca terbitan khusus untuk bidang-bidang yang lebih spesifik dari asosiasi atau lembaga yang sesuai.
- Buat kliping tentang lapangan kerja dan jenis pekerjaan yang kamu inginkan. Pikirkan mana yang sekiranya sesuai dengan bidang dan kelebihan kamu, masa mendatang, mana yang prospeknya cerah dan mana yang tidak.
- Konsultasikan dengan mereka yang pengalaman dan ahli. Kalau kamu masih bingung menentukan karir, bicarakan masalah kamu dengan orang yang kompeten di bidangnya. Konsultasikan minat, bakat dan cita-cita kamu dengan ahli karir.
- Kunjungi perusahaan yang kamu incar. Jangan malu untuk mendatangi perusahaan di mana kamu ingin sekali menjadi karyawannya. Usahakan untuk mendapat kenalan dengan orang bekerja di bidang atau posisinya yang kamu inginkan.
- Konsisten pada pilihan karir. Konsistensi memang diperlukan jika kamu ingin sukses dalam karir. Jika kamu ingin menjadi penulis, maka pelajari dan tekuni terus bidang tersebut. Begitu juga jika kamu ingin jadi musisi atau pilot.
- Jangan takut beralih karier. Meski konsisten dengan karir yang kamu pilih, tidak menutup kemungkinan jika suatu waktu kamu beralih karir. Karena tidak ada seorang pun yang dapat meramalkan masa depan. (uty/berbagai sumber)
dalam
menentukan karir yang perlu di perhatikan aspek awal dalam pemilihan
Pekerjaan yang Sesuai diperhatikan sebagai berikut :
1. Pemilihan pekerjaan yang tepat dapat menentukan seseorang akan diterima atau tidak dalam pekerjaan tersebut
2. Pemilihan pekerjaan akan menentukan seseorang dapat sukses atau gagal dalam pekerjaannya
3. Pemilihan pekerjaan akan menentukan seseorang dapat menikmati pekerjaannya atau tidak
4. Pemilihan pekerjaan dapat mempengaruhi seluruh aspek kehidupan yang dimiliki seseorang
1. Pemilihan pekerjaan yang tepat dapat menentukan seseorang akan diterima atau tidak dalam pekerjaan tersebut
2. Pemilihan pekerjaan akan menentukan seseorang dapat sukses atau gagal dalam pekerjaannya
3. Pemilihan pekerjaan akan menentukan seseorang dapat menikmati pekerjaannya atau tidak
4. Pemilihan pekerjaan dapat mempengaruhi seluruh aspek kehidupan yang dimiliki seseorang
sehingga
dari sini lah dalam penentuan kerja dan karir kita berkelajutan
sehingga menghilangkan keyakinan dan ketidak pastian dalam penetuan
karir yang ingin kita capai
4.
kesimpulan
dalam
menentukan karir terlebih dahulu kita mengatuhi kemampun , skill,
bakat, hoby tentang suatu pekerjaan, kemudian kita kembangan melalui
pendidikan dan kursus-kursus yang di ikuti. Setelah mempunyai
kemampuan tadi baru kita memilih pekerjaan yang tepat dengan
kemampuan kita, menarget kan yang ingin di capai di sebuah perusahaan
tempat bekerja, sehingga terurut tercapai kepausan dalam bekerja
dalam bidang nya.
5.
Rekomendasi
selalu
meningkatkan kemampuan dalam dunia kerja, pendidikan, sehingga
bermuculan kemampaun yang kita dapat dari belajar jenjang pendidikan
dan pengalaman hidup. Dalam meniti karir harus menempatkan dulu
pekerjaan yang di inginkan. Sehingga menjadi karir yang berkelajutkan
dalam hidup.
kelompok
2
1.
ririn saputra
2.hendra
saputra
3.muhammad
asdiki
4.sayiful
akbar
5.andro
mike neldi
perhatian
: sebelum nya saya mohon maaf apabila sumber-sumber dari artikel yang
lain tidak saya sebut kan satu persatu-satu, tugas adalah
persayaratan dalam penyelasian tugas simnar sdm. terima kasi ,
(muhammad asdiki)
Sabtu, 06 Oktober 2012
bahan tugas buat hendra
Denpasar
Gelar Pelatihan Tenaga Kerja Mandiri
2012-02-06
Pengembangan sumber daya manusia merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dalam pembangunan di masing-masing sektor. Sementara kondisi
struktur ketenagakerjaan terjadi pergeseran yang cukup menonjol, yaitu dari
dominasi sektor pertanian ke sektor industri utamanya di daerah perkotaan.
Untuk itu melalui program tenaga kerja mandiri mempunyai arti penting dan
strategis dalam upaya mengantisipasi dan mengatasi masalah penganguran.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial Kota
Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena saat membuka Pelatihan Tenaga Kerja Mandiri
(TKM) atau Kewirahusahaan, Rabu (12/10) di Inkubator Pengembangan Bisnis Pasar
Kumbasari Denpasar.
Lebih lanjut Erwin mengatakan situasi ketenagakerjaan saat ini dihadapkan kepada berbagai permasalahan yang cukup kompleks. Diantaranya lapangan kerja di sector formal sangat terbatas, kemampuan dan keterampilan angkatan kerja terdidik pada umumnya tidak sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. �� Hal ini juga diperparah dengan adanya kondisi yang menonjol dan menggejala yakni adanya kecendrungan kurang berminatnya angkatan kerja muda terdidik untuk memasuki dunia usaha sebagai lapangan kerja utama. Oleh karenanya memalui pelatihan Tenaga Kerja Mandiri ini angkatan kerja di Denpasar dapat lebih siap memasuki pasaran kerja,�� kata Erwin
Suryadarma. Ditambahkan lapangan kerja di sektor ini masih luas dan mampu memberikan tingkatan pendapatan dan kehidupan yang lebih layak dan baik. Selebihnya Erwin menambahkan sektor ketenagakerjaan dihadapkan pada tantangan dan permasalahan yang cukup berat. Diantaranya semakin berkembangnya , pemilihan dan penggunaan tenaga kerja semakin selektif dan kompetitif serta persaingan dunia usaha semakin ketat. Maka dari itu untuk menjawab seluruh tantangan dan permasalahan tersebut, diperlukan investasi Sumber daya manusia melalui kegiatan, pembinaan yang mengarah kewirausahaan. Melalui kegiatan pelatihan yang dilaksanakan kali ini dapat membentuk kader-kader wirausaha baru yang mandiri dan akhirnya
menjadi profesional.
Ketua Panitia I Wayan Pager yang juga Kasi Penempatan Perluasan Pasar Kerja dalam laporannya mengatakan maksud dan tujuan di laksanakan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada peserta pelatihan agar mengerti tentang kewirausahaan baik secara konseptual maupun teknis operasional. Disamping itu kegiatan ini dapat menciptakan kader-kader wirausaha baru yang potensial, mandiri dan ber-etos kerja tinggi. Pelatihan yang dilaksanakan selama lima hari dari tanggal 12 sampai dengan 17 Oktober mendatang diikuti sebanyak 20 peserta yang berasal dari seluruh kecamatan se-Kota Denpasar. Instruktur dari pelatihan diantaranya lembaga swadaya masyarakat, dan universitas udayana dari Fakultas Ekonomi.
Lebih lanjut Erwin mengatakan situasi ketenagakerjaan saat ini dihadapkan kepada berbagai permasalahan yang cukup kompleks. Diantaranya lapangan kerja di sector formal sangat terbatas, kemampuan dan keterampilan angkatan kerja terdidik pada umumnya tidak sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. �� Hal ini juga diperparah dengan adanya kondisi yang menonjol dan menggejala yakni adanya kecendrungan kurang berminatnya angkatan kerja muda terdidik untuk memasuki dunia usaha sebagai lapangan kerja utama. Oleh karenanya memalui pelatihan Tenaga Kerja Mandiri ini angkatan kerja di Denpasar dapat lebih siap memasuki pasaran kerja,�� kata Erwin
Suryadarma. Ditambahkan lapangan kerja di sektor ini masih luas dan mampu memberikan tingkatan pendapatan dan kehidupan yang lebih layak dan baik. Selebihnya Erwin menambahkan sektor ketenagakerjaan dihadapkan pada tantangan dan permasalahan yang cukup berat. Diantaranya semakin berkembangnya , pemilihan dan penggunaan tenaga kerja semakin selektif dan kompetitif serta persaingan dunia usaha semakin ketat. Maka dari itu untuk menjawab seluruh tantangan dan permasalahan tersebut, diperlukan investasi Sumber daya manusia melalui kegiatan, pembinaan yang mengarah kewirausahaan. Melalui kegiatan pelatihan yang dilaksanakan kali ini dapat membentuk kader-kader wirausaha baru yang mandiri dan akhirnya
menjadi profesional.
Ketua Panitia I Wayan Pager yang juga Kasi Penempatan Perluasan Pasar Kerja dalam laporannya mengatakan maksud dan tujuan di laksanakan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada peserta pelatihan agar mengerti tentang kewirausahaan baik secara konseptual maupun teknis operasional. Disamping itu kegiatan ini dapat menciptakan kader-kader wirausaha baru yang potensial, mandiri dan ber-etos kerja tinggi. Pelatihan yang dilaksanakan selama lima hari dari tanggal 12 sampai dengan 17 Oktober mendatang diikuti sebanyak 20 peserta yang berasal dari seluruh kecamatan se-Kota Denpasar. Instruktur dari pelatihan diantaranya lembaga swadaya masyarakat, dan universitas udayana dari Fakultas Ekonomi.
TENAGA KERJA:
Belum semua balai latihan kerja memadai Posted by : Tris Susanti Dewi, 06
September 2012 08:34:03 Kategori: Lain lain | Viewed : 27 | Rating: 
TENAGA KERJA: Belum semua balai latihan kerja memadai
JAKARTA: Hingga kini belum semua balai latihan kerja di daerah memiliki kualitas dan kapasitas pelatihan, serta instruktur yang memadai.
Bahkan, menurut Menakertrans Muhaimin Iskandar, banyak balai latihan kerja unit pelayanan teknis daerah (BLK UPTD) sebagai milik pemerintah daerah (pemda) memerlukan pembenahan secara menyeluruh.
”Oleh karena itu, Kemenakertrans akan memrioritaskan revitalisasi BLK bekerja sama dengan pemda tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang menjadi pengelola,” ujarnya pada Rabu (5/9/2012).
Dia menjelaskanpembenahan BLK milik pemda terus dilakukan meskipun terkendala terbatasnya anggaran.
Pembenahan ini, harus mengikuti standar atau berpatokan pada 13 BLK unit pelayanan teknis pusat milik Kemenakertrans yang kondisinya sangat baik.
”BLK-BLK milik Kemnakertrans harus menjadi model percontohan bagi pembenahan BLK miklik pemda,” ungkap Muhaimin.
Dia menilai untuk membenahi BLK diperlukan keterlibatan lebih jauh dari pemda dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur, peralatan dan instruktur di BLK daerah melalui APBD.
Kebijakan tersebut, Muhaimin menambahkan harus dibakukan dalam regulasi, seperti dalam bentuk peraturan daerah (perda).
”Dibutuhkan komitmen dan perhatian khusus dari pimpinan pemda terhadap pembangunan sektor ketenagakerjaan di wilayahnya,” tegasnya.
Berdasarkan data Kemenakertrans saat ini, terdapat 13 BLK UPT Pusat milik kementerian dan 253 BLK UPT daerah milik pemda provinsi, kabupaten atau kota di seluruh Indonesia.
Berdasarkan hasil pemetaan Kemenakertrans pada akhir 2011, ditemukan fakta 252 unit BLK UPT daerah yang dikelola pemda ternyata kondisi infrastruktur dan fasilitasnya kurang memadai.
Dari 252 buah BLK milik pemda itu hanya 10 % milik Pemda yang kondisi infrastruktur dan fasilitasnya yang baik. ”Selebihnya 49% BLK milik pemda kondisinya sedang, dan 41 % kondisinya dikategorikan buruk,” tuturnya.
Untuk mengatasi masalah itu, pada 2012 Kemenakertrans memprioritaskan revitalisasi terhadap 22 BLK unit daerah agar kondisinya meningkat dan layak. (ra)
JAKARTA: Hingga kini belum semua balai latihan kerja di daerah memiliki kualitas dan kapasitas pelatihan, serta instruktur yang memadai.
Bahkan, menurut Menakertrans Muhaimin Iskandar, banyak balai latihan kerja unit pelayanan teknis daerah (BLK UPTD) sebagai milik pemerintah daerah (pemda) memerlukan pembenahan secara menyeluruh.
”Oleh karena itu, Kemenakertrans akan memrioritaskan revitalisasi BLK bekerja sama dengan pemda tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang menjadi pengelola,” ujarnya pada Rabu (5/9/2012).
Dia menjelaskanpembenahan BLK milik pemda terus dilakukan meskipun terkendala terbatasnya anggaran.
Pembenahan ini, harus mengikuti standar atau berpatokan pada 13 BLK unit pelayanan teknis pusat milik Kemenakertrans yang kondisinya sangat baik.
”BLK-BLK milik Kemnakertrans harus menjadi model percontohan bagi pembenahan BLK miklik pemda,” ungkap Muhaimin.
Dia menilai untuk membenahi BLK diperlukan keterlibatan lebih jauh dari pemda dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur, peralatan dan instruktur di BLK daerah melalui APBD.
Kebijakan tersebut, Muhaimin menambahkan harus dibakukan dalam regulasi, seperti dalam bentuk peraturan daerah (perda).
”Dibutuhkan komitmen dan perhatian khusus dari pimpinan pemda terhadap pembangunan sektor ketenagakerjaan di wilayahnya,” tegasnya.
Berdasarkan data Kemenakertrans saat ini, terdapat 13 BLK UPT Pusat milik kementerian dan 253 BLK UPT daerah milik pemda provinsi, kabupaten atau kota di seluruh Indonesia.
Berdasarkan hasil pemetaan Kemenakertrans pada akhir 2011, ditemukan fakta 252 unit BLK UPT daerah yang dikelola pemda ternyata kondisi infrastruktur dan fasilitasnya kurang memadai.
Dari 252 buah BLK milik pemda itu hanya 10 % milik Pemda yang kondisi infrastruktur dan fasilitasnya yang baik. ”Selebihnya 49% BLK milik pemda kondisinya sedang, dan 41 % kondisinya dikategorikan buruk,” tuturnya.
Untuk mengatasi masalah itu, pada 2012 Kemenakertrans memprioritaskan revitalisasi terhadap 22 BLK unit daerah agar kondisinya meningkat dan layak. (ra)
Kondisi 104 Balai Latihan Kerja Buruk
Pemerintah Latih 97.340 Pengangguran
Pemerintah Latih 97.340 Pengangguran
Kamis, 06 September 2012 |
12:31:08 WIB | 16 HITS
JAKARTA – Kementerian Tenaga
Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) akan melatih 97.340 pengangguran
di seluruh Indonesia. Nantinya, pelatihan akan dipusatkan di Balai Latihan
Kerja (BLK) yang bertempat di 33 Provinsi di Indonesia.
Menakertrans Muhaimin Iskandar mengatakan, keberadaan
BLK di pusat dan daerah efektif untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi
para pencari kerja, karena program pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan pasar
kerja dan industri. “Kita terus lakukan proses pelatihan, sertifikasi dan
penempatan di balai latihan kerja dengan sasaran para pengangguran, pencari
kerja dan masyarakat umum,” katanya di Jakarta, Rabu (5/9).
Dengan pelatihan, nantinya lulusan BLK langsung
mendapat pekerjaan di perusahaan penyedia lapangan kerja. Pelatihan tersebut
akan ditekankan pada keterampilan setiap peserta, seperti otomotif, las,
bangunan, elektronik, IT, menjahit, pertanian, dan perkebunan. “Jenis pelatihan
nantinya sesuai yang dibutuhkan di daerah masing-masing,” katanya.
Namun dia mengakui belum semua BLK di daerah-daerah
memiliki kualitas dan kapasitas pelatihan dan instruktur yang memadai. Masih
banyak BLK milik Pemernath Daerah (Pemda) tidak bisa digunakan akibat rusak
parah. “Untuk tahun ini, kita fokus memperbaiki 22 BLK milik pemprov yang
kondisinya memang tidak layak,” katanya.
Dia berharap, pemda berperan aktif memperbaiki BLK yang
saat ini dalam kondisi rusak. Keterlibatan Pemda akan sangat menentukan
berjalannya program pelatihan kerja bagi pengangguran tersebut. “Pengelolaan
BLK harus dilakukan oleh orang-orang yang profesional sehingga dapat
menghasilkan tenaga kerja yang punya kemampuan khusus di bidangnya
masing-masing,” ujarnya.
Berdasarkan data yang ada Jumlah BLK yang ada di
Provinsi dan Kabupaten sebanyak 252 dengan kondisi yang bervariasi, yakni 25
(10%) baik, 123 (49%) sedag, dan 104 (41%) buruk.
Pengamat kebijakan publik Andrinof Chaniago berharap,
pemerintah segera mengalihkan orientasi pembangunan ke luar Jawa, salah satunya
dengan memperbaiki BLK yang ada di daerah. Hal itu untuk mengatasi masalah
pengangguran di Indonesia. Dia melihat, permasalah ini tidak terlepas dari
koordinasi pusat dan pemda dalam menciptakan lapangan kerja.
“Dalam hal ini pemerintah pusat juga harus berani
memindahkan, misalnya pusat pendidikan dan pelatihan (Pusdiklat) yang saat ini
semuanya terkonsentrasi di Jakarta,” katanya, kemarin. (cr-06/wmc)
Langganan:
Postingan (Atom)